Senin, 15 Mei 2017

Praktikum 10 CLIENT - SERVER



link video :
laporan :

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
CLIENT - SERVER TCP





Disusun Oleh :

Nama : Muhammad Isa
Nim : 065001300012


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UIVERSITAS TRISAKTI
2017



Tujuan
Dapat membuat program Client-Server TCP dengan menggunakan bahasa pemrograman Java


Elemen Kompetensi
No
Elemen Kompetensi
Indikator Kerja
1.
Membuat program Client-Server TCP dengan menggunakan bahasa pemrograman Java
1.1 Dapat Membuat program Client-Server TCP dengan menggunakan bahasa pemrograman Java
Lab Setup
Untuk dapat menjalankan praktikum ini maka hal-hal yang diperlukan yaitu :

- 2 Komputer atau laptop
 Codingan Java

·         Koneksikan kedua laptop dengan wifi yang sama
·         Compile dan jalankan program server dengan mengetikkan command “javac TCPEchoServer.java” lalu “java TCPEchoServer”

·         Ketika server sudah menyala, compile dan jalankan program client dengan mengetikkan command “javac TCPEchoClient.java” lalu “java TCPEchoClient”

·         Pada laptop client, client akan dapat mengetikkan pesan. Setelah di enter, pesan tersebut akan masuk di laptop server
Client :

Server :



Percobaan jika server mati :
Client

Server :




TEORI SINGKAT
Dalam komunikasi antara dua pihak, tentunya harus digunakan kesepakatan aturan dan format yang sama agar komunikasi dapat dimengerti. Seperti halnya dua orang yang menggunakan bahasa yang sama, maka bahasa di sini berfungsi sebagai protokol. Protokol yang digunakan dalam socket dapat menggunakan TCP ataupun UDP.
Penggunaan socket programming memungkinkan adanya komunikasi antara client dan server. Salah satu contoh sederhana penggunaan socket programming adalah pembuatan program untuk chatting. Program tersebut sebenarnya merupakan bentuk aplikasi berupa komunikasi antara client dan server. Ketika seorang user (client) melakukan koneksi ke chat server, program akan membuka koneksi ke port yang diberikan, sehingga server perlu membuka socket pada port tersebut dan "mendengarkan" koneksi yang datang. Socket sendiri merupakan gabungan antara host-address dan port address. Dalam hal ini socket digunakan untuk komunikasi antara client dan server.

Tabel Checklist
No
Elemen Kompetensi
Checklist
1.
Membuat program Client-Server TCP dengan menggunakan bahasa pemograman Java
ü

Kesimpulan
Penggunaan socket programming memungkinkan adanya komunikasi antara client dan server. Ketika seorang user (client) melakukan koneksi ke chat server, program akan membuka koneksi ke port yang diberikan, sehingga server perlu membuka socket pada port tersebut dan "mendengarkan" koneksi yang datang. Pada program ini, setelah program server di jalankan maka program client akan dapat mengirimkan pesan yang nantinya akan masuk di laptop server.
Share:

Rabu, 10 Mei 2017

Praktikum 9 KABEL UTP STRAIGHT


link video : KABEL UTP STRAIGHT

laporan :

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
MEMBUAT KABEL UTP STRAIGHT



Disusun Oleh :

Nama : Muhammad Isa
Nim : 065001300012


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UIVERSITAS TRISAKTI

2017

Tujuan
Mampu memahami tentang  Kabel UTP Straight dan mampu Membuat Kabel UTP Straight
No
Elemen Kompetensi
Indikator Kerja
1.
Kabel UTP Straight
1.1
Memahami Kabel UTP Straight


1.2
Membuat Kabel UTP Straight
Teori Singkat
Kabel UTP pertama kali diperkenalkan sebelum tahun 1983 oleh Amerika serikat, mempunyai fungsi untuk menghubungkan telefon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel ini tidak cocok jika diterapkan untuk transmisi data digital pada jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut. Kemudian pada tahun 1990-an baru seluruh jaringan yang berada di Amerika menggunakan kabel UTP untuk kepentingan komunikasi dan transfer data digital
Kabel UTP adalah kabel khusus untuk transmisi data. UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair". Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan.

Lab Setup
Untuk dapat menjalankan praktikum ini maka hal-hal yang diperlukan yaitu :
-          kabel UTP
-          Connector RJ-45
-          Crimping tools
-          RJ-45 LAN Tester

Kupas ujung kabel sekitar 2 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.
Pisahkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya sehingga rata satu sama lain.



Susunan kabel UTP tipe straight bisa Anda lihat pada gambar di bawah:


Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang saya katakan tadi Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap Anda. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya.



Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi yaitu sebagai berikut:

-          Orange Putih pada Pin 1
-          Orange pada Pin 2
-          Hijau Putih pada Pin 3
-          Biru pada Pin 4
-          Biru Putih pada Pin 5
-          Hijau pada Pin 6
-          Coklat Putih pada Pin 7
-          Coklat pada Pin 8.


Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.



Sekarang Anda sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.


Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1  atau belum.lihat gambar di bawah ini:


Share:

Praktikum 8 ROUTING DINAMIS

link video : Routing Dinamis

laporan :


PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
ROUTING DINAMIS ( RIP )


Disusun Oleh :

Nama : Muhammad Isa
Nim : 065001300012


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS TRISAKTI
2017




Tujuan
Mampu memahami tentang ROUTING DINAMIS ( RIP )dan mensetting ROUTING DINAMIS ( RIP )

Elemen Kompetensi
Elemen Kompetensi
Indikator Kerja
1.
ROUTING DINAMIS ( RIP )
1.1
ROUTING DINAMIS ( RIP )


1.2
Melakukan pengecekkan paket data pada



ROUTING DINAMIS ( RIP )
Teori Singkat
Router dinamis adalah router yang me-rutekan jalur yang dibentuk secara otomatis oleh router itu sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. Jika ada perubahan topologi antar jaringan, router otomatis akan membuat ruting yang baru.
Routing dinamis merupakan routing protocol digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah dari pada menggunakan routing statis dan default, akan tetapi ada perbedaan dalam proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.
Lab Setup

Untuk dapat menjalankan praktikum ini maka hal-hal yang diperlukan yaitu :
- Komputer atau laptop
- Program cisco tarcker

Buatlah 3 Router dan 3 PC


Router 0, Router 1, Router 2 PC terhubung fastethernet0/0 ke PC1, PC2, PC3
Router 0 – Router 1 = Serial 2/0
Router 1 – Router 2 = Serial 3/0

Setting Fastethernet dan serial dengan cara CLI :
Router 0 : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 192.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex


Router 1 : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 193.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex


Router 2 : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 194.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex


Router 0 : Serial 2/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router 1 : Serial 2/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router 1 : Serial 3/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router 2 : Serial 3/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex


Pada saat menghubungkan serial, Router 0 dengan serial 2/0 dan Router 1 serial 2/0, hal ini harus 1 Jaringan namun harus berbeda hostnya dengan catatan harus membedakan IP kelasnya. Saya setting seperti diatas agar mudah mengingatnya.

Fastethernet ( Default Gateway) pada PC 0 Harus diisi dengan IP Fastethernet Router 0 karena PC 0 Terhubung secara langsung ke Router 0. Begitupun PC 1 dengan Router 1, PC2 Router 2.
Setting IP :
PC 0

PC 1

PC 2

Setelah selesai, kini tinggal Setting IP Route (RIP)
Pada RIP Versi-1, tidak mengenal dengan namanya subnet mask tapi nanti pada Versi-2 sudah mengenal Subnet Mask

Network pada RIP diisi dengan IP Serial dan Fastethernet yang ada didalam router itu sendiri, dengan Host Terkecil yaitu diisi dengan 0. Contohnya : di Router Fery terdapat 2 IP yaitu : 

f0/0 : 192.1.1.1 lalu diisi dengan 192.1.1.0
S2/0 : 10.1.1.1 lalu diisi dengan 10.1.1.0

Setelah itu kini kita setting IP Route RIP.
Setting IP Route 0 :
Router>en
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 192.1.1.0
Router(config-router)#network 10.1.1.0


Setting IP Route 1 :
Router>en
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 10.1.1.0
Router(config-router)#network 193.1.1.0
Router(config-router)#network 11.1.1.0


Setting IP Route 2 :
Router>en
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 194.1.1.0
Router(config-router)#network 11.1.1.0


Setelah selesai kita coba tes dengan ping di PC. Kita ambil PC 2 mengeping IP Fastethernet pada PC 0, dan PC 1


Kesimpulan :
Routing protocol memiliki berbgai macam jenis routing yang dapat kita gunakan untuk membangun suatu jaringan yang sesuai dengan kebutuhan admin, misalnya seperti OSPF, EIGRP, dan RIP.
Masing-masing routing protocol memiliki kelebihan dan kelemahan. supaya setiap routing protocol yang berlainan dapat saling berkomunikasi satu sama lain maka kita dapat menggunakan perintah REDISTRIBUTE. Fungsi redistribuse adalah untuk menyebarkan network antar routing protocol yang berbeda
Share:

Trisakti University & Trijurnal

Visitor International

Flag Counter

Time and Date

Diberdayakan oleh Blogger.